Sampah merupakan barang yang tidak terpakai atau sisa atau residu baik secara langsung maupun tidak langsung berasal dari aktivitas manusia dan alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Secara garis besar sampah dihasilkan dari beberapa sumber antara lain:
1. Sampah dari pemukiman,
2. Sampah dari industri/pabrik,
3. Sampah dari tempat publik.
Sampah terdiri dari tiga jenis:
1. Sampah organik
2. sampah non-organik
3. sampah berbahaya/beracun
Masalah sampah merupakan masalah yang sangat pelik dan kompleks bahkan terkadang menjadi masalah yang besar apabila kita tidak arif untuk memecahkan persoalan tersebut.
Sebagai ilustrasi,
1. misalkan dalam 1 hari kita membuang satu kantung plastik bekas ke selokan/pinggr sungai, pernahkah kita pikir apa yang terjadi kalau dalam satu bulan saja kita membuang kantung plastik tersebut ketempat yang sama? Pernahkah kita berpikir kalau ada beberapa teman kita atau bahkan banyak yang membuang benda yang sama ke tempat yang sama dan secara bersamaan pula? Apakah yang akan terjadi ditempat tersebut apabila kantung plastik tersebut tidak ada yang membersihkannya atau dibiarkan begitu saja.
2. misalkan di dalam satu ruangan berukuran 20 x 20 m2 cuma ada 1 diantara 300 orang yang merokok, tentunya kita beranggapan asapnya tidak akan mengganggu. Tetapi apabila yang merokok tersebut bertambah menjadi 30 orang, atau 100 orang atau bahkan semuanya merokok secara bersamaan, apakah yang akan terjadi? Masih nyaman kah?
Beberapa anggapan yang terkadang muncul dari pikiran kita antara lain:
1. apa yang kita buang hanya sedikit
2. tidak ada orang lain disekitar kita yang melakukan hal yang sama.
3. apa yang kita perbuat tidak akan membahayakan orang lain atau lingkungan
4. ”dia kan digaji untuk pekerjaannya itu, kenapa harus membantunya”
5. ”itu bukan pekerjaan kita” atau ”ada orang lain yang mengurusinya”
Permasalahan sampah sebenarnya dapat lebih disederhanakan apabila semua pihak mau peduli, berfikir dan berkomitmen untuk menyelesaikannya. Permasalahan tidak akan selesai dengan sendirinya tanpa ada tindakan yang serius dari kita sendiri.
Untuk permasalahan yang besar, sebaiknya dilihat dahulu peluang untuk menyelesaikannya dari tingkatan yang lebih kecil. karena cenderung permasalahan yang besar merupakan akumulasi dari berbagai permasalahan yang kita anggap kecil seperti yang saya ilustrasikan diatas.
Pemilahan jenis-jenis sampah
Kita semua tentunya tahu apa yang kita beli, apa yang kita makan dan apa yang harus kita buang. Begitu pula dengan sampah yang akan kita buang. Untuk rumah tangga alangkah baiknya kalau kita menyediakan beberapa tempat seperti kotak sampah atau kantung plastik, kemudian ”buanglah sampah pada tempatnya” sesuai dengan jenisnya. Mungkin bagi kita terlalu repot untuk menyediakan 3 jenis kotak sampah atau 3 buah kantung plastik yang kita beri tanda untuk masing-masing jenis sampah seperti sampah organik, sampah kertas dan sampah logam dan plastik. Tetapi apabila dilihat dari manfaatnya kedepan mungkin akan berbeda pandangan kita nantinya.
Karena budaya pemilahan/pemisahan sampah ini belum populer di Indonesia, maka perlu sosialisasi dan juga diperlukan kesadaran dari masing-masing individu untuk dapat melaksanakannya.
Tiga Langkah pengelolaan sampah :
I. Pengelolaan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga
Sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga tentunya tidak akan jauh berbeda, untuk itu yang perlu dilakukan adalah memisahkan antara sampah organik dan sampah non-organik.
1. Sampah organik, dapat dibuat pupuk tanaman atau kompos, bau tidak akan ada apabila dikelola dengan benar.
Kompos yang dihasilkan dapat dipakai sendiri atau dapat dijual.
2. Sampah non-organik, dipisahkan menjadi:
a. sampah yang laku dijual seperti kertas, kardus, botol air mineral, besi.
b. sampah yang tidak laku dijual seperti kantung plastik/keresek, styrofoam, dll.
Catatan : cara ini lebih cocok untuk warga yang mempunyai perkarangan rumah; dan atau berminat untuk mengelola sampahnya sendiri.
II. Pengelolaan sampah pada tingkat TPS
Apabila masyarakat tidak dapat mengelola sampahnya sendiri ditingkat rumah tangga, penyelesaian dapat dilakukan di TPS/TPA. Yang paling utama, setidaknya warga dapat memilah sampahnya seperti ketiga langkah pemilahan diatas tanpa melakukan pengelolaan. Sampah-sampah tersebut kemudian akan diambil oleh petugas kebersihan ke TPS untuk dikelola sesuai dengan kemampuan TPS tersebut. Sebagai kompensasi pada warga yang telah mau memilah sampahnya, warga tersebut dibebaskan dari restribusi sampah.
Pengelolaan sampah di TPS ini akan menjadi lebih mudah karena sebelumnya telah dipilah oleh warga. Cukup dengan menyediakan tempat yang mendukung untuk melakukan pengelolaan dengan cara yang sama seperti langkah I diatas. Hanya saja pemilahan dilakukan secara detail agar diperoleh jenis yang sama terutama sampah yang laku dijual. Sampah organik seluruhnya dapat dibuat kompos. Sampah yang laku dijual, dijual pada pengepul atau ke tempat daur ulang. Sedangkan untuk sampah non-organik yang tidak dapat dipergunakan atau tidak laku dijual, maka sampah tersebut diangkut untuk dibuang ke TPA.
Catatan : TPS ini pengelolaan dapat dilakukan bagi daerah/warga yang akan melakukan pengelolaan sampah secara swakelola dan sebaiknya mempunyai tim khusus yang menangani pengelolaan sampah.
III. Pengelolaan sampah pada tingkat TPA
Di TPA, cara yang sama juga dapat dilakukan seperti pengelolaan sampah di TPS, khususnya untuk daerah yang tidak mempunyai TPS atau sampah yang langsung dibuang ke TPA.
Khusus pengelolaan sampah di TPA, sampah yang tidak dapat dikelola dimusnahkan dengan cara diurug atau dengan metode lainnya yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian kita dapat meminimalkan penggunaan lahan TPA yang semakin langka.
Namun, Perlu diingatkan kembali… semua ini tidak akan berhasil apabila tidak ada kemauan dan kesadaran kita. Banyak orang yang pesimis dan bertanya akankah permasalahan ini bisa diselesaikan? Kalau kita terus bertanya dengan nada pesimis dan tidak ada ide atau tindakan untuk penyelesaiannya, atau bahkan bisanya cuma mengkritik untuk menyudutkan tanpa memberikan solusi, kapan kita akan berhasil?
Pertama, cukup kita sadarkan diri kita bahwa kita perlu menjaga kebersihan diri, rumah, lingkungan kita dengan membuang sampah pada tempatnya. Apabila kita telah mulai dari yang kecil, dari diri sendiri, insya Allah kita dapat menyadarkan semua orang akan pentingnya kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya sekaligus dapat menyelesaikan permasalahan yang dianggap rumit ini.
Demikian hanya ini saja yang dapat saya sumbangkan, mungkin masih banyak lagi ide-ide atau saran dari teman-teman dengan permasalahan sampah di daerahnya serta solusinya. Terima kasih. Mohon maaf atas segala kekurangannya. Wassalam. (wk,2007)